Kali ini, sekitar 60 kepala keluarga terdampak dengan rusaknya lahan pertanian dan terputusnya akses saluran irigasi yang vital.
Sebagai respons cepat, relawan dari Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Kepel dan desa sekitar segera menutup akses menuju lokasi longsor untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko tambahan.
Kang Marhaen juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan tindakan lanjutan.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kita juga akan mempercepat proses identifikasi dan penanganan titik-titik rawan di sekitar wilayah ini,” pungkasnya.
Baca Juga :Polres Nganjuk Gencarkan Patroli SREG, Amankan Malam Hari dari Kriminalitas
Ia juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau perkembangan situasi agar dampak longsor tidak meluas.
Masyarakat diimbau untuk terus waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu longsor susulan.



















