Pihaknya menambahkan, rehabilitasi tersebut awalnya menggunakan dana dari APBD Ponorogo. Namun, dari hasil keputusan diambil alih oleh kementerian sehingga menggunakan APBN. Fokus rehabilitasi gedung IKM tersebut meliputi pembuatan toilet, kamar tidur, plafon dan perbaikan kecil lainnya.
Baca Juga :Tergerus Luapan Air, Jembatan Sidokumpul Lamongan Ambles
“Kami minta kadinsos coba komunikasi dengan pusat, apa yang ditanggung pusat apa yang daerah kalau bangku dan sebagainya itu kelihatannya dari pusat,” imbuhnya.
Disinggung soal kesiapan murid, Agus memastikan jumlah murid untuk SD hingga SMA telah siap. Dimana salah satu syaratnya yakni masuk dalam keluarga desil 1.
“Intinya begini, semua akan segera kita komunikasikan lagi, apa yang kurang kita carikan solusinya mumpung masih ada waktu. Awal tahun ajaran baru sudah siap,” pungkas Agus.



















