Ia menekankan pentingnya skenario darurat yang harus disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja (Daker) Jeddah untuk mengantisipasi situasi serupa ke depan.
“Jangan sampai jemaah menunggu enam jam di bandara tanpa ada makanan. Mereka bisa kelaparan. Ini harus diprediksi dan diantisipasi,” tegas Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB itu.
Ia juga meminta agar PPIH bidang transportasi lebih intensif berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk memastikan jadwal pesawat.
BACA JUGA : Penataan Ulang Beberapa Trotoar Bakal Dilaksanakan, Ini Kata Bupati Ponorogo
“Kalau bisa, tidak ada delay-delay lagi. Pihak Daker Jeddah dan PPIH transportasi harus betul-betul menjaga komunikasi dengan maskapai,” imbuhnya.
Sebagai informasi, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air telah dimulai sejak Selasa (11/6/2025) dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Juli.
Kloter awal diberangkatkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan King Abdul Aziz Jeddah secara bertahap menuju berbagai embarkasi di Indonesia.



















