Terkait hal ini Disparbud segera berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jawa Timur di Trowulan Mojokerto.
“Kita koordinasi dengan BPKW XI untuk meneliti lebih jauh keberadaan Arca Dewa Siwa bermuka empat ini lebih dalam lagi. Dengan maksud agar Kabupaten Kediri juga mengetahui sejarahnya,” jelasnya.
Ditambahkan, sejauh ini untuk Arca sudah diamankan tim Disparbud Kabupaten Kediri berkoordinasi dengan Pemdes Gayam. Bisa jadi ke depanya dibawa ke Museum Daerah Kabupaten Kediri untuk penyimpanan yang lebih aman.
Mustika menyampaikan ada hal unik dan unsur misteri saat penemuan ODCB ini. Erfan operator traktor,setelah selesai membajak lahan milik Samiran, operator traktor ini sakit, tiga hari kemudian kepikiran tentang lahan yang selesai dibajak, Etfan kemudian datang kembali ke lahan pukul 15.30 WIB.
Baca Juga :Perputaran Uang di Blitar Jadoel Tembus Miliaran Rupiah
“Ia meminta tolong Tarmuji pemilik warung untuk membantu mengecek batu besar yang dicurigai ODCB, kemudian membalik dan membersihkan batu dan batu tersebut berbentuk patung/arca. Hingga kemudian diamankan di Balai Desa Gayam,” katanya.



















