Menjelang Bulan Suro, Jasa Jamas Pusaka di Jombang Panen Rejeki

Menjelang Bulan Suro, Jasa Jamas Pusaka di Jombang Panen Rejeki
Pasangan suami istri Sudahri dan Sujini sibuk melayani pelanggan yang datang membawa pusaka leluhur untuk dicuci dan diwarangi. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Menjelang datangnya bulan Suro dalam penanggalan Jawa, sepasang suami istri di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tengah panen rejeki.

Mereka adalah Sudahri (55) dan Sujini (52), pemilik jasa penjamas dan pewarangan pusaka yang kini dibanjiri pesanan dari berbagai daerah.

Berada di tengah kesibukan Pasar Mojotrisno, usaha rumahan yang telah mereka tekuni lebih dari dua dekade itu menjadi satu-satunya yang masih bertahan di wilayahnya. Permintaan meningkat tajam saat memasuki bulan Suro.

Read More

“Biasanya sehari hanya cuci sekitar 10 pusaka. Tapi kalau sudah masuk Suro, bisa sampai 50-an. Hari ini saja ada 52 pusaka dari berbagai kota,” ujar Sudahri saat ditemui pada Selasa (24/6/2025).

Baca Juga :Inilah 4 Rekomendasi Wisata Madiun yang Patut Dikunjungi saat Liburan

Para pelanggan datang dari Jombang, Mojokerto, hingga Surabaya. Mereka membawa berbagai macam pusaka, mulai dari keris hingga tombak, untuk dibersihkan dan diwarangi. Tujuannya bukan semata demi estetika, tetapi juga karena alasan spiritual dan budaya.

Dalam budaya Jawa, bulan Suro dianggap sebagai waktu sakral yang penuh muatan spiritual. Masyarakat meyakini bahwa menjamas pusaka di bulan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur serta upaya menetralisir energi negatif.

“Pusaka itu bukan benda mati. Ada energi di dalamnya yang perlu dijaga. Bulan Suro waktu yang pas untuk menyelaraskan itu,” terang Sudahri.

Ia menambahkan, banyak pelanggan yang sengaja memilih tanggal-tanggal tertentu yang dianggap baik untuk melakukan prosesi pencucian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *