Disebut kekurangan murid karena pendaftarnya belum memenuhi kuota. Jika dalam satu kelas kuota maksimal 28 siswa, tetapi baru ada 15 siswa. Bahkan ada pula di bawah 15 pendaftar.
Dindin menambahkan, untuk mengatasi kekurangan siswa, pihaknya sudah memiliki cara mengatasi. Di antaranya koordinasi dengan kelurahan untuk menyusuri kampung untuk mencari apakah ada siswa yang belum mendaftar.
Nantinya jika ada, bakal dibuka pendaftaran offline atau yang biasa disebut dengan pemenuhan kuota. “Nanti sekolah bisa membuka pendaftaran online,” katanya.
Baca Juga :Inilah Lima Permainan Tradisional yang Dulunya Kerap Dimainkan Bersama Teman saat Libur Sekolah
Dindin mencontohkan, beberapa sekolah yang kekurangan murid seperti SDN Sukorejo 2 di Kelurahan Sukorejo, SDN Turi 1 di Kelurahan Turi, SDN Gedog 3 di Kelurahan Gedog dan lain sebagainya.



















