Inilah Lima Permainan Tradisional yang Dulunya Kerap Dimainkan Bersama Teman saat Libur Sekolah

Inilah Lima Permainan Tradisional yang Dulunya Kerap Dimainkan Bersama Teman saat Libur Sekolah
Permainan kelereng merupakan permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan (Pinterest)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Bagi generasi milenial maupun generasi-generasi sebelumnya, masa-masa libur sekolah merupakan masa yang paling dinanti para pelajar agar bisa berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman di rumah.

Pada masa itu, tidak jarang anak-anak yang berkumpul melakukan berbagai macam permainan, utamanya permainan tradisional hingga lupa waktu.

Sayangnya, di generasi sekarang, sudah jarang dijumpai anak-anak yang saling berkumpul dengan teman-teman di komplek rumahnya yang kemudian memainkan permainan tradisional.

Read More

Baca Juga :Tetangga Sebut Penghuni Kontrakan di Johowinong Jombang Jarang Bergaul

Berikut sederet permainan tradisional yang dulunya kerap dimainkan saat libur sekolah, namun sudah mulai jarang ditemui pada generasi terkini.

1. Bermain Kelereng

Bermain kelereng merupakan kegiatan yang wajib setiap kali berkumpul bersama teman-teman se-komplek saat masa-masa libur sekolah berlangsung, dimana permainan ini kerap dimainkan minimal dua kali sehari, tepatnya pada pagi dan sore hari.

Permainan ini relatif sederhana, dimana biasanya dilakukan oleh lebih dari dua anak dan masing-masing anak biasanya membawa lebih dari 10 butir kelereng untuk dimainkan secara bersama-sama baik secara individu maupun berkelompok.

Biasanya terdapat dua tipe permainan saat memainkan permainan ini, dimana biasanya kelereng para pemain akan dikumpulkan pada satu lingkaran, yang kemudian para pemain akan menembakkan kelereng utama ‘Gaco’ mereka dengan sasaran kelereng yang ada di dalam lingkaran.

Saat kelereng sasaran berhasil keluar lingkaran, nantinya pemain tersebut bisa mendapatkan kelereng tersebut untuk menjadi miliknya. Selain itu, permainan kelereng juga bisa dilakukan dengan menata kelereng sejajar garis lurus untuk dijadikan target.

Baca Juga :APBN Kediri Raya Masih Tertekan, Tapi Tetap Berkontribusi Positif Bagi Ekonomi Nasional

Ketika pemain berhasil menembakkan Gaco mereka mengenai kelereng yang menjadi target, pemain bisa mendapatkan kelereng tersebut, begitu seterusnya sampai permainan selesai.

2. Petak Umpet

Dulu, setiap masa libur sekolah dimulai, di hampir setiap komplek permukiman selalu ramai lalu lalang anak-anak yang bermain, salah satunya memainkan permainan petak umpet.

Permainan ini hanya bisa dimainkan lebih dari dua orang, dimana nantinya terdapat satu orang yang bertugas sebagai penjaga, sedangkan pemain sisanya bertugas untuk bersembunyi.

Sebelum permainan petak umpet dimulai, biasanya para pemain akan melakukan Hom Pim Pa terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang bertugas sebagai penjaga dan yang bersembunyi.

Setelah penentuan tugas selesai, penjaga akan menutup mata dan menghitung hingga angka tertentu sampai semua pemain selesai bersembunyi.

Kemudian setelah hitungan selesai, penjaga itu akan mencari para pemain yang bersembunyi, dan jika terdapat pemain pertama yang ketahuan, nantinya dia akan menjadi penjaga yang selanjutnya.

Baca Juga :Destinasi Wisata Madiun Tersembunyi yang Cocok untuk Isi Waktu Liburan Sekolah

Setelah itu, permainan akan terus berlanjut sampai dengan semua pemain ditemukan.

3. Gobak Sodor

Permainan gobak sodor atau bisa disebut galah asin ini merupakan permainan tradisional yang sudah dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Gobak sodor sendiri biasanya selalu dimainkan ditempat yang lapang berbentuk persegi yang digambar menjadi beberapa petak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *