Plt Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi menjelaskan, Kirab Budaya Suro ini agenda tahunan dan dilalui dengan suasana sakral.
Mengingat Sang Sri Aji Jayabaya adalah raja yang agung dan berwibawa dan sudah sepatutnya diberi penghormatan.
“Seluruh prosesi kita ikuti hingga akhir acara. Banyak pengunjung yang ikut di acara ini untuk Terima dan laku tirakat di bulan Suro. Kirab ini juga bagian dari kirab wisata budaya spiritual,” jelasnya.
Dra. Katarina SH, MPd, Mhun, dari Yayasan Honggodento Yogyakarta mengatakan, Sang Sri Aji Jayabaya ini dikenal Luniwih Gung Bhinathoro dan dicintai rakyatnya. Ramalanya tak pernah meleset hingga saat maka wajar jika rakyat mengagumi kharismanya.
“Sebelum muksa di tempat ini. Sang Raja terlebih dulu mandi dan sesuci di Sendang Tirto Kamandanu dan kemudian lelaku dan lukar busono hingga mukso di sini. Karenanya yang ke sendang Tirto Kamandanu utamanya penari yang tabur bunga harus gadis yang suci,” jelasnya.



















