Baca Juga :Sektor Peternakan Lamongan Juara Pertama Indolivestock Innovation Awards 2025
Mengapa ada yang terinfeksi HIV, bisa jadi karena tertular dari bapak atau ibunya.
Dia menambahkan lagi, dari puluhan kasus itu, dinas yang bermarkas di Jalan Semeru Kota Blitar ini juga berhasil mengidentifikasi.
Dengan rincian, kelompok masyarakat yang terkonfirmasi ODHIV, populasi umum sebanyak 16 kasus, pasangan dengan risiko tinggi sebanyak 15 kasus, LSL atau lelaki suka lelaki sebanyak 14 kasus.
Ada pula, pekerja seks komersial ada 11 kasus. Ada pula yang berasal dari penderita HIV terinfeksi Tuberkulosis (TB) ada 9 kasus, dari calon pengantin 9 kasus, pasangan ODHIV 8 kasus, ibu hamil 4 kasus, wanita pekerja seks (WPS) 3 kasus dan dari kelompok waria sebanyak 3 kasus.
“Untuk mengurangi jumlah, kami terus sosialisasi. Ini untuk pencegahan agar tak menularkan ke orang lain yang statusnya sehat atau belum terkonfirmasi,” ujarnya.
Baca Juga :Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi Perlindungan Jaminan Sosial ke PG RMI Blitar
Perempuan berkacamata ini menambahkan, permasalahan ODHIV menjadi atensi. Karena jika tak ada pengawasan atau pemantauan, jumlahnya bakal lebih banyak lagi.
Apalagi, HIV sendiri menjadi salah satu penyakit yang menjadi momok selain AIDS. Dan jika tak ada penanganan serius, dikhawatirkan bakal berubah dari awalnya HIV ke AIDS. Tentunya dari HIV ini ada gejala-gejala sebelum ke HIV/AIDS.
“Pendampingan dari berbagai sisi. Mulai dari keluarga hingga kami menggandeng pihak yang peduli. Dan yang lebih penting lagi, edukasi itu penting,” pungkasnya.



















