Selama kunjungan, rombongan Bupati Bengkulu Selatan juga meninjau langsung fasilitas peternakan terpadu milik pribadi Bupati Jombang.
Baca Juga :Ada Pengurus KMP di Kota Blitar Enggan untuk Lengkapi Berkas NPWP
Mereka juga mencatat praktik-praktik pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas unggulan yang diterapkan di sejumlah desa.
“Kami membuka ruang komunikasi lanjutan. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada studi banding, tetapi berkembang menjadi kolaborasi bisnis dan peningkatan kapasitas antarwilayah,” tandas Warsubi.
Sementara, Bupati Bengkulu Selatan Rifai menyatakan ketertarikannya terhadap pola pengelolaan yang diterapkan di Jombang, khususnya dalam menciptakan ekosistem agribisnis yang terintegrasi.
“PAD Jombang mencapai Rp700 miliar. Ini menunjukkan efektivitas tata kelola dan inovasi pembangunan daerah. Kami ingin pelajari lebih dalam dan siapkan kerja sama teknis,” kata Rifai.
Rifai juga menyampaikan rencana menindaklanjuti kunjungan tersebut dengan mengirim tim teknis dari sektor pertanian dan perdagangan, untuk melihat peluang alih pengetahuan dan model kolaborasi lintas daerah.



















