Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Prosesi Siraman Sedudo yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk berlangsung pada Sabtu (12/7/2025).
Siraman dijadwalkan pukul 08.00 WIB, namun baru mulai sekitar pukul 10.00 WIB, sebab pengunjung yang membeludak.
Acara tahunan yang diselenggarakan di kawasan wisata Air Terjun Sedudo, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai penjuru daerah.
Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi area Air Terjun Sedudo di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, antusias menyaksikan jalannya upacara adat yang berlangsung sangat sakral.
Prosesi Siraman Sedudo ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dan Wakil Bupati Nganjuk, beserta jajaran forkopimda dan pejabat Pemkab Nganjuk.
Baca Juga :Perbaiki Jalan dan Jembatan Rusak Akibat Bencana, Pemkab Tulungagung Usulkan Rp17,5 Miliar ke BNPB
Rangkaian acara siraman diawali dengan pertunjukan Tari Amek Tirto yang dibawakan oleh sembilan penari perempuan perawan.
Dengan gerakan anggun, mereka mengambil air langsung dari bawah air terjun, diikuti oleh sembilan gadis berambut panjang yang membawa air suci sebagai simbol kesucian dan harapan.
Tarian ini bukan sekadar pementasan, melainkan inti dari pengambilan air yang akan digunakan dalam prosesi siraman.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa ritual siraman ini merupakan warisan budaya yang tak terputus dari generasi ke generasi sejak zaman Majapahit.



















