Ia menyampaikan bahwa pelestarian adat istiadat seperti ini adalah bagian penting dari upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga kearifan lokal yang menjadi identitas khas daerah.
Baca Juga :Lansia di Mojoagung jadi Korban Perampokan, Emas Senilai Rp 12 Juta Dirampas
“Tirto suci dari Air Terjun Sedudo diyakini memiliki kekuatan dan keberkahan, membawa berkah awet muda, menyembuhkan penyakit, mempertemukan jodoh, bahkan membantu pasangan yang belum memiliki keturunan,” ujarnya.
Menurutnya, Siraman Sedudo merupakan momentum berharga untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap alam.
“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak zaman Majapahit. Air Sedudo dipercaya membawa berkah, mendekatkan jodoh, dan membuat awet muda. Tapi harus mandi seluruh badan, tidak cukup hanya cuci muka,” tuturnya.
Rangkaian acara ditutup dengan ritual doa bersama, siraman simbolik oleh tokoh adat, dan hiburan tradisional yang kian memeriahkan suasana.
Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, Sri Handari Ningsih, mengungkapkan kegembiraannya atas partisipasi yang luar biasa.
Baca Juga :Jaringan Pengedar Narkoba di Nganjuk Dibongkar, Empat Orang Diamankan
“Alhamdulillah ini tadi ribuan yang datang di sini. Target kami itu hanya 500 orang tapi nyatanya ada 1000 lebih tadi,” sebut Sri Handari.



















