Ia menambahkan, pemberian pakan juga harus seimbang. “Saya pakai pakan pelet khusus ikan hias dan sesekali kasih cacing darah. Tidak boleh berlebihan karena bisa bikin air cepat kotor,” lanjutnya.
Untuk penjualan, Aris memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Pembeli datang dari berbagai daerah di Jombang dan sebagian wilayah sekitar. “Pasarnya masih lokal, tapi alhamdulillah rutin ada pesanan,” ujarnya.
Harga ikan yang ditawarkan bervariasi. Ikan Koi dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp1 juta tergantung jenis dan ukuran. Sementara ikan Tamasaba dibanderol Rp10 ribu sampai Rp300 ribu.
Baca Juga :Bonus Atlet Penyumbang Medali di Blitar Baru Bisa Dinikmati Tahun Depan, ini Penyebabnya
Menurut Aris, tantangan terbesar dalam budidaya ikan hias adalah perubahan cuaca dan kestabilan air. “Kalau hujan deras atau panas ekstrem, air kolam bisa berubah dan ikan rentan sakit. Jadi harus selalu dipantau,” katanya.
Dengan konsistensi dan ketekunan, Aris berharap bisa terus mengembangkan usahanya sekaligus menginspirasi anak muda lain untuk berani memulai usaha dari hobi.



















