Salah satu indikator keberhasilan pembinaan Margono adalah keputusannya mengucapkan ikrar setia kepada NKRI pada Kamis (13/3/2025). Setelah mengalami perubahan, Margono juga aktif mengajarkan baca Al-Qur’an kepada sesama warga binaan, didampingi petugas pamong napiter.
“Setelah berubah, Margono kerap mengajarkan baca Al-Qur’an kepada warga binaan lain,” jelas Ma’ruf.
Ma’ruf menegaskan, pembebasan ini merupakan bagian dari proses pemasyarakatan berbasis pembinaan yang terukur dan akuntabel. Program ini dinilai memberi dampak nyata terhadap perubahan perilaku para napiter.
Baca Juga :Persik Kediri Datangkan Pemain Berpengalaman Asal Spanyol, ini Sosoknya
Setelah bebas, Margono tetap akan menjalani bimbingan dan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klaten guna memastikan dirinya tetap berada di jalur yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Pengawasan oleh Bapas Klaten bertujuan agar Margono bisa kembali diterima di masyarakat dan menjalani hidup yang produktif,” pungkasnya



















