Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya sukses secara teknis, namun juga berhasil menunjukkan kesiapan dan potensi Kota Batu sebagai destinasi unggulan sport tourism berbasis udara.
Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur olahraga saat ini tengah dipercepat oleh Pemerintah Kota Batu sebagai bagian dari upaya menjadikan daerah ini sebagai pusat pelatihan dan kompetisi bertaraf nasional.
“Kami sedang merancang pembangunan Pusat Olahraga yang representatif serta terus mendorong event lokal seperti Liga Desa sebagai fondasi pembinaan atlet berprestasi,” tegasnya.
BISTF dan IPAC 2025 telah mempertemukan atlet-atlet paralayang dari berbagai negara di Asia dan Eropa, berlangsung dalam atmosfer kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persahabatan.
Kemenangan atlet Malaysia dalam salah satu kategori menjadi simbol semangat berbagi dan solidaritas antarnegara.
Baca Juga :Tarif hingga Fasilitas Kolam Renang Tirta Wira Yudha Brigif Mekanis 16 di Kota Kediri
Pemerintah Kota Batu melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pariwisata olahraga sebagai pilar pembangunan daerah, serta mengukuhkan Kota Batu sebagai tuan rumah tetap kegiatan sport tourism berbasis udara tingkat internasional.
“Kami berharap para peserta pulang dengan kesan positif dan membawa cerita tentang keindahan, keramahan, serta semangat kolaboratif dari Kota Batu ke negara masing-masing,” pungkas Wali Kota Batu.
Rangkaian BISTF dan IPAC 2025 ditutup dengan semangat penuh harapan untuk pelaksanaan yang lebih besar dan inklusif pada tahun-tahun mendatang.



















