Pihaknya memastikan jika skema penyaluran MBG di setiap sekolah tidak ada perubahan. Termasuk mengenai porsi maupun kualitas makanan yang diberikan.
Pun, takaran gizi setiap porsi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Porsinya kita sesuaikan SOP-nya dari dapur dan dari kepala gizi. Tidak berubah dan tidak mengurangi takaran gizinya,” tegas Dandim 0802/ Ponorogo.
Baca Juga :Polres Blitar Beri Trauma Healing untuk Siswa Korban Bullying di SMPN 3 Doko
Di sisi lain, pihaknya mengakui ada beberapa evaluasi selama pelaksanaan MBG di Ponorogo. Salah satunya terkait menu yang diberikan, hal ini karena banyak siswa yang tidak habis ketika lauknya tahu, tempe maupun daging ayam.
“Memang ada beberapa evaluasi terkait menu, pihak dapur SPPG juga sudah mulai melakukan perubahan dengan lauk olahan ikan. Makanya kita ganti biar lebih bervariasi,” pungkasnya.



















