Sound Horeg di Tulungagung Berpotensi Picu Tinnitus dan Gangguan Saraf, Ini Penjelasan Dinkes

Sound Horeg di Tulungagung Berpotensi Picu Tinnitus dan Gangguan Saraf, Ini Penjelasan Dinkes
Salah satu kegiatan sound horeg yang digelar di wilayah Kecamatan Ngunut Tulungagung beberapa waktu lalu.(istimewa)

“Sound horeg ini mobile, bisa berputar di permukiman. Maka masyarakat yang tidak ikut serta pun tetap terpapar. Ini berbeda dengan konser yang digelar di tempat tertutup atau terbuka tapi terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :183 Guru P1 Tulungagung Tuntut Diangkat ASN Penuh atau Paruh Waktu, DPRD: Terkendala Regulasi dan Anggaran

Dampak Perlahan tapi Nyata

Read More

Menurut Aris, paparan suara dengan intensitas tinggi tidak langsung menimbulkan gejala, namun dampaknya akumulatif, seperti polusi udara atau asap rokok.

“Efeknya bukan langsung terasa seperti pingsan. Tapi perlahan bisa menurunkan kualitas tidur, memicu stres, bahkan kerusakan permanen pada pendengaran,” paparnya.

Mereka yang paling rentan terdampak adalah kelompok sensitif seperti bayi, lansia, serta orang yang sedang sakit. Aris menyebut kondisi ini sebagai bentuk polusi suara yang seharusnya disadari bersama.

Baca Juga :Harga Ikan Laut di Pasar Setono Betek Kediri Naik, Cuaca Buruk Sebabkan Stok Menipis

“Kami tidak bermaksud melarang masyarakat menikmati hiburan, tapi mari saling menghargai. Jangan sampai kegembiraan segelintir orang merugikan kesehatan warga lain,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *