Harga kini bertengger di kisaran Rp36 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp32 ribu, sehingga kebutuhan dapur masyarakat ikut terdampak.
Cuaca ekstrem memicu kerusakan tanaman cabai di sejumlah sentra, yang membuat pasokan berkurang dan harga melonjak.
“Kemungkinan karena cuaca, banyak tanaman rusak. Pasokan sedikit, jadi harga naik,” tandas Hari.
Kondisi ini juga dikeluhkan para pembeli, terutama pedagang kuliner kecil.
Baca Juga :Inter Kediri Target Tembus Babak Nasional Liga 4 Jawa Timur 2025/2026
“Harga naik semua. Cabai paling berat kenaikannya. Saya beli untuk dijual lagi, buat usaha mi ayam,” tutur Umrotin Munawaroh.
Pedagang memperkirakan harga cabai masih berpotensi naik mendekati puncak libur Nataru. Mereka berharap pasokan segera kembali lancar agar harga dapat stabil dan tidak semakin membebani masyarakat.



















