Meski jumlahnya masih sedikit, mayoritas SPPG sudah mulai mengurus SLHS. Setidaknya 60 SPPG di Tulungagung telah mengajukan penerbitan sertifikat ke Dinas Kesehatan Tulungagung.
“Sedang proses persiapan 60 SPPG dan sedang diajukan ke Dinkes Tulungagung. Mengingat penekanan dari Dinkes, setiap SPPG yang beroperasi harus memiliki SLHS,” ujarnya.
Terkait isu keterlambatan dana operasional SPPG, Sebrina menjelaskan bahwa hal tersebut bergantung pada PPK masing-masing SPPG. Ia juga menepis dugaan kesalahan penginputan nominal dana oleh akuntan.
Baca Juga :Cekcok di Rumah Teman Berakhir Tragis, Pria Gondanglegi Tewas Ditusuk
Menurutnya, kesalahan input bukan menjadi persoalan karena sistem akan menampilkan keterangan jika terjadi kekeliruan. Sementara kekurangan dana yang terjadi di SPPG Waung dinilai akibat pembayaran yang tertunda.
“Masalah pembayaran yang tertunda itu kami tidak tahu apa yang terjadi di pusat, jadi semua pihak hanya bisa saling menunggu. Kalau kesalahan penginputan kami rasa tidak,” pungkasnya.



















