ASIAFI Kota Kediri Luncurkan Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone di Dhoho CFD

ASIAFI saat launching "Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone" di Jalan Stasiun Kota Kediri. (burhan/sejahtera.co).

Lirik tersebut menggambarkan aliran Sungai Brantas yang membelah kota serta taman-taman kota yang memperindah wajah Kediri.

“Lagu ini sering dinyanyikan untuk mengenalkan Kediri sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya, selain keindahan alam dan kekhasan kulinernya,” jelas Yokel.

Sementara itu, gerakan “Senam Sehat Kediri MAPAN Kutone” merupakan perpaduan antara koreografi tari dan aerobik, yang diiringi kombinasi musik gamelan dengan dance Zumba atau rockrobic.

Read More

“Penggabungan koreografi tari dan aerobik ini bertujuan meningkatkan detak jantung sekaligus membakar kalori, dengan variasi gerakan high impact, low impact, maupun aerobic dance, sesuai irama musiknya,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, termasuk sekitar 50 pegiat senam jantung sehat dari Yayasan Jantung Indonesia yang mayoritas berusia di atas 60 tahun.

“Peserta dari Yayasan Jantung Indonesia yang rata-rata lanjut usia sangat antusias, lebih semangat, dan saling mendukung,” ungkap Yokel.

Kondisi tersebut menunjukkan senam sehat dapat menjaga kebugaran tubuh di berbagai kelompok usia, sekaligus mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kegiatan peluncuran ini, ASIAFI Kota Kediri juga menggelar aksi donasi peduli bencana Aceh dan Sumatera di titik nol Dhoho CFD, Jalan Stasiun. Aksi kemanusiaan tersebut menjadi wujud solidaritas para pegiat senam terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tutur Yokel.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pegiat senam se-Karesidenan Kediri dan masyarakat Kota Kediri. Di akhir acara, Yokel menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, di antaranya Disbudparpora Kota Kediri, KORMI Kota Kediri, serta Yayasan Jantung Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *