Ainun berharap pemenuhan gizi siswa bisa tercukupi dengan baik dan higiene mulai dari SPPG hingga penghantaran ke penerima manfaat.
“Karenanya kita monitoring di wilayah mana saja yang nilai MBG kurang dan perlu mendapat perhatian khusus,” kata Ainun, Rabu (11/3/2026).
“Kita berharap ke depan pelayanan pemenuhan gizi di MBG ini meningkat terus dan dalam pengawasan ahli gizi yang kompeten. Sehingga MBG yang disalurkan tak bermasalah,” katanya lagi.
Ainun mengapresiasi jika ada SPPG yang bermitra dengan pelaku UMKM, pedagang beras, petani, pemilik kebun ataupun pengelola kolam ikan untuk diberdayakan dan bisa kerja sama dalam penyiapan bahan MBG. Sehingga tidak perlu repot beli dan kebutuhan tercukupi di sekitar dapur SPPG.



















