“Di Sluis Kuro ada 17 pompa yang terus dioperasikan. Kami juga sudah berkonsultasi dengan BMKG untuk kemungkinan rekayasa cuaca agar hujan bisa dikendalikan hingga menjelang hari raya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngujungrejo Mujib mengatakan banjir kali ini merupakan yang pertama kali terjadi di wilayahnya akibat bencana hidrometeorologi.
Baca Juga :Dukung Gerakan Pangan Murah Polri, Polres Blitar Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga
Ia berharap pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan agar genangan air segera surut, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain menyalurkan sembako, Bupati Lamongan juga memberikan bantuan tiga unit mesin diesel serta sejumlah sandbags untuk memperkuat penanganan banjir di desa tersebut.
Penyaluran bantuan juga dilakukan secara bersamaan di wilayah lain. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyerahkan bantuan di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, sementara Sekretaris Daerah Lamongan Moh. Nalikan menyalurkan bantuan di Desa Putatbangah, Kecamatan Karangbinangun.
Dari total bantuan 54 ton beras dan 9.700 paket sembako, sebelumnya sebanyak 22 ton beras dan 4.850 paket sembako telah disalurkan pada tahap pertama.
Baca Juga :Kades Jenangan Ponorogo Ditahan Kejari, Diduga Korupsi Tambang Ilegal Rugikan Negara Rp400 Juta
Pada tahap kedua ini, sebanyak 32 ton beras dan 4.850 paket sembako didistribusikan kepada warga di lima kecamatan terdampak banjir, yakni Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun.



















