Menutup arahannya, Wawali Heli Suyanto mengajak seluruh anggota KIM untuk memanfaatkan masa pendampingan sebagai momentum “kampanye” dalam arti positif, yaitu mempromosikan potensi desa masing-masing.
“Saya beri panggung seluas-luasnya. Inilah masa kampanye yang sesungguhnya untuk menunjukkan karya luar biasa kalian,” katanya.
“Melalui KIM, suara desa tidak boleh lagi sunyi. Potensi lokal harus tumbuh menguat dan dikenal hingga ke seluruh Nusantara,” pungkasnya.
Baca Juga :Gasak Ponsel di Nganjuk, Pasutri Residivis Tertangkap di Kediri, ini Kronologinya
Sebagai bentuk komitmen Pemkot Batu dalam meningkatkan kapasitas KIM, para peserta workshop tidak hanya mendapatkan materi teori dan praktik Sajam
Akan tetapi juga akan mengikuti program pendampingan intensif selama empat bulan, mulai 16 April hingga 1 Agustus, bekerja sama dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri).
Yang diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme sekaligus kualitas karya KIM di Kota Batu.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Dekan FISIP Unitri, Dr. Agung Suprojo, yang membahas strategi mengemas program prioritas menjadi narasi kreatif, serta materi praktik penyusunan strategi kampanye yang disampaikan oleh praktisi Elang Baskoro.



















