Salah satu anggota tim Juara 2, Riza Waafiy Ahmad, mengaku bersyukur atas capaian perdananya di tingkat nasional.
Baca Juga :Diskominfo Kota Batu Bakal Hapus Jalur Klemuk dari Google Maps
“Alhamdulillah, ini lomba pertama kami. Berkat bimbingan Bu Tyas, kami bisa meraih Juara 2,” ujarnya.
Pembina komunitas debat MAN 2 Kota Kediri, Tyas Asih Ismiati, S.Pd, menegaskan bahwa kualitas mosi dalam lomba ini sangat baik karena mendorong siswa berpikir kritis terhadap dinamika politik internasional.
“Ini pengalaman berharga bagi siswa untuk memperluas wawasan global sekaligus mengasah kemampuan argumentasi,” tuturnya.
Sementara itu, Raunaqi Alta Fadhila dari tim Juara 1 mengungkapkan momen unik saat final. Ia mengaku sempat canggung karena harus berhadapan dengan tim dari sekolah yang sama.
“Kami bertemu kakak kelas sendiri di final. Kami masih kelas X, mereka kelas XI. Tapi justru itu jadi pengalaman paling berkesan,” ungkapnya.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Kota Kediri, tetapi juga mempertegas bahwa pelajar daerah mampu bersaing di level nasional dengan bekal wawasan global dan kemampuan berpikir kritis yang kuat.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah.



















