Penampilan mereka sukses membius penonton yang memenuhi area panggung, menciptakan atmosfer meriah khas anak muda.
Puncak acara ditandai dengan sesi “76 All Star”, di mana seluruh musisi tampil bersama dalam satu panggung kolaboratif. Aksi ini menjadi simbol kebersamaan lintas genre.
“76 Urban Noise bukan sekadar acara, tapi gerakan. Ini ruang bagi anak muda Jombang untuk menunjukkan eksistensi dan karya mereka,” ujar Edi, yang akrab disapa Mas Pur.
Sementara itu, Ketua Komunitas 76 Urban Jombang, Dikta Koko, menyampaikan apresiasi kepada Djarum 76 yang dinilai konsisten mendukung komunitas.
“Terima kasih karena sudah memfasilitasi anak muda, mulai dari musik, BMX, hingga komunitas lainnya. Harapannya ke depan bisa lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai, kebutuhan utama komunitas adalah ruang untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan.
“Anak-anak komunitas pasti ingin tampil. Di sinilah peran event seperti ini sebagai wadah mereka,” tambahnya.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan digelar rutin setiap bulan sebagai ruang silaturahmi sekaligus ekspresi bagi komunitas urban di Jombang.
Baca juga:Lewat Musyawarah, PPP Jombang Tunjuk 5 Formatur Susun Pengurus Baru
Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, 76 Urban Noise diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang dinanti. Di tengah dinamika kota, acara ini menjadi bukti bahwa ruang kreatif anak muda tetap hidup—dan tentu saja, yang penting heppiii.



















