Hadi mengaku tetap memilih kedelai impor karena stok kedelai lokal di pasaran terbatas. Selain itu, menurutnya hasil produksi dari kedelai impor lebih banyak dibanding kedelai lokal.
“Kalau selisih harga sebenarnya tidak terlalu jauh. Tapi kalau impor hasilnya lebih babar,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pedang kedelai impor di Pasar Legi Ponorogo Rafli mengatakan, saat ini harga kedelai impor naik dari sebelumnya Rp10 ribu per kilogram, menjadi Rp12 ribu per kg. Kenaikan harga itu terjadi dampak perang yang terjadi di Timur Tengah.
“Naik, sejak perang itu. Sebelumnya Rp10 ribu per kilogram, ini Rp12 ribu per kilogram. Harapannya ya mudah-mudahan harga stabil lagi,” imbuhnya.
Baca Juga :Terkendala Kelengkapan Dokumen Persyaratan, 73 Dapur SPPG di Tulungagung Belum Kantongi SLHS
Menurutnya kenaikan terjadi tidak hanya untuk kedelai impor, kedelai lokal pun juga mengalami kenaikan. Kini per kilogramnya dibandrol Rp12 ribu, dari sebelumnya Rp9 ribu per kilogram.
“Impor naik lokal juga naik, stoknya yang minim atau apa gak tau memang sudah dari sananya harganya naik,” tutupnya.



















