Dugaan Pelecehan Dosen di UNU Blitar, Kampus Nonaktifkan Terlapor dan Bentuk Satgas

Sekretaris  Badan Pelaksana Penyelenggara atau BPP  yang juga perwakilan UNU Blitar memberikan keterangan.
Sekretaris  Badan Pelaksana Penyelenggara atau BPP  yang juga perwakilan UNU Blitar, Rudianto Hendra S (tengah) saat memberikan keterangan. (foto: abdul aziz wahyudi)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir menyusul adanya dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen terhadap mahasiswi.

Baca juga:Pemkot Blitar Revitalisasi Lantai 2 Pasar Legi, Siapkan Konsep Kios Modern dan Area Event

Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar, Rudianto Hendra S, mengakui bahwa pihak kampus saat ini tengah melakukan penanganan secara internal atas laporan tersebut.

Read More

“Memang ada yang mengadu, awalnya sekitar 15 orang. Namun setelah dilakukan pendalaman, hanya satu yang mengaku mengalami pelecehan. Meski demikian, kami tetap menindaklanjuti laporan tersebut secara serius,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan, kampus telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani kasus tersebut dengan pendekatan yang hati-hati, mengingat kasus ini berkaitan dengan isu sensitif terhadap perempuan.

Berdasarkan keterangan korban, dugaan pelecehan dilakukan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Di antaranya berupa sentuhan fisik seperti menyentuh pundak, serta ucapan yang dinilai tidak pantas dan mengganggu privasi korban. Peristiwa tersebut disebut terjadi di ruang kelas saat kegiatan perkuliahan berlangsung.

Selain itu, dugaan pelecehan juga dilakukan melalui percakapan pesan singkat. Namun, detail isi percakapan tersebut saat ini masih dalam penanganan tim satgas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *