Seluruh proses pendampingan dilakukan dengan evaluasi mingguan agar kualitas promosi produk terus berkembang dan memiliki daya saing di pasar digital.
“Harapan kami program ini menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri kreatif modern. Bahkan peserta terbaik berpeluang direkrut langsung oleh pelaku usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Kediri, Muhammad Ridwan, menegaskan transformasi digital menjadi kebutuhan utama pelaku usaha di tengah persaingan bisnis modern yang semakin ketat.
“Media sosial sekarang menjadi ujung tombak pemasaran. Karena itu UMKM harus mulai adaptif terhadap promosi digital agar produk lokal Kota Kediri semakin dikenal luas,” ungkapnya.
Ridwan menyebut, Kota Kediri saat ini memiliki sekitar 18 ribu pelaku IKM yang terus didorong naik kelas melalui penguatan promosi dan pemasaran berbasis digital.
Baca Juga :Lupa Matikan Sisa Bara Api untuk Memasak, Dapur Terbakar
Melalui MAKARYA 2026, Pemkot Kediri berharap lahir generasi muda kreatif, inovatif, dan siap kerja yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat eksistensi UMKM lokal di era digital.



















