Bulog Tulungagung Gelontorkan 300 Ton Beras SPHP per Pekan, Antisipasi Gejolak Harga

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan saat memberikan pernyataan terkait penyaluran beras SPHP.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan saat memberikan pernyataan terkait penyaluran beras SPHP.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Perum Bulog Cabang Tulungagung terus menggelontorkan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasaran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan beras sesuai arahan pemerintah pusat.

Baca juga:Sebanyak 7.100 Warga Tulungagung Masuk Data Anak Tidak Sekolah, Disdik Gencarkan Pendampingan

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan hingga saat ini harga beras di pasaran masih tergolong stabil dan belum mengalami lonjakan signifikan. Meski demikian, distribusi beras SPHP tetap dilakukan secara masif sebagai langkah antisipatif agar harga beras tidak mengalami kenaikan tajam.

Read More

Selain menjaga kestabilan harga, distribusi beras SPHP juga bertujuan memastikan ketersediaan stok beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap aman sehingga tidak memicu kepanikan masyarakat.

“Tentunya kami mengantisipasi kekhawatiran masyarakat agar tidak sampai panic buying di tengah kenaikan harga BBM,” kata Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, Perum Bulog Cabang Tulungagung saat ini menyalurkan sekitar 200 hingga 300 ton beras SPHP setiap pekan. Sebagian besar distribusi dilakukan melalui pasar tradisional, sedangkan untuk pasar modern penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan.

Selain melalui pasar, distribusi beras SPHP juga dilakukan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama sejumlah instansi terkait.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *