Pladu Sungai Brantas di Kediri, Petugas Siaga dan Warga Diminta Jaga Keselamatan

Pj Sekda Kota Kediri bersama Kalaksa BPBD Kota Kediri didampingi personel gabungan saat memantau “Pladu” di Sungai Brantas.
Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartikasari bersama Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, didampingi personel gabungan saat memantau “Pladu” di Sungai Brantas.(foto: istimewa)

Sementara itu, Joko Arianto menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi sejak sebelum pladu berlangsung, termasuk sosialisasi di sejumlah titik penyeberangan di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo.

Baca juga:Hadapi Ketidakpastian Global, Wawali Kediri Minta ASN Lebih Adaptif dan Efisien

BPBD juga mengimbau para penambang penyeberangan untuk menghentikan aktivitas sementara jika kondisi arus dinilai berbahaya.

Read More

“Pladu memang rutin dilakukan untuk membersihkan sedimen, tetapi kondisi air yang keruh dan arus yang deras memiliki risiko tinggi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, BPBD Kota Kediri menyiagakan sekitar 30 personel gabungan, dua perahu karet, serta perlengkapan penyelamatan air di sejumlah titik rawan.

Patroli dilakukan secara bergantian di lokasi yang dipadati warga, seperti Jembatan Lama, Jembatan Baru, hingga kawasan sekitar Masjid Agung.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat selama kegiatan pladu berlangsung diimbau segera menghubungi layanan Lapor Mbak Wali 112 yang terhubung langsung dengan petugas BPBD Kota Kediri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *