Sebanyak 55 Biksu Asia Tenggara Tiba di Jombang, Bawa Pesan Damai Lintas Agama

Para biksu tergabung di gerakan Indonesia Walk for Peace 2026 dari berbagai negara di Asia Tenggara singgah di titik poin istirahat pertama, Samsat Kabupaten Jombang.
Para biksu tergabung di gerakan Indonesia Walk for Peace 2026 dari berbagai negara di Asia Tenggara saat singgah disalah satu titik poin istirahat pertama di Samsat Kabupaten Jombang, Senin (18/5/2026).(foto: istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Sekitar 55 biksu dari sejumlah negara Asia Tenggara yang tergabung dalam kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 disambut hangat oleh tokoh masyarakat lintas agama dan etnis di Kabupaten Jombang, Senin (18/5/2026).

Baca juga:GMNI Jombang Soroti Program Prioritas Nasional, Dorong Transparansi Rekrutmen Koperasi Desa

Kedatangan rombongan ini dinilai sebagai simbol kuat toleransi dan kerukunan yang telah lama terjaga di Kota Santri.

Read More

Perwakilan Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Su’udi, mengatakan para biksu membawa pesan perdamaian internasional yang selaras dengan nilai kehidupan masyarakat Jombang yang menjunjung tinggi keberagaman.

“Kami menyambut baik kehadiran para biksu di Jombang. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat di sini sangat menghormati perbedaan dan menjaga toleransi antarumat beragama,” ujarnya saat penyambutan di kawasan Samsat Jombang.

Sebelum tiba di Jombang, rombongan lebih dahulu singgah di Mojokerto dan melanjutkan perjalanan kaki sejak pagi. Rute yang dilalui mencakup perbatasan Jombang–Mojokerto, Pasar Mojoagung, Flyover Peterongan, hingga kawasan Ringin Contong dan Alun-Alun Jombang.

Para biksu dijadwalkan bermalam di Klenteng Hok Liong Kiong sebelum melanjutkan agenda keesokan harinya.

Pada Selasa (19/5/2026), rombongan akan mengikuti sarapan bersama di Pendopo Kabupaten Jombang dan penyambutan resmi oleh Bupati Jombang, Warsubi.

Selanjutnya, para peserta akan berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Ziarah ini dinilai memiliki makna penting mengingat Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan pemersatu lintas agama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *