Selama pemeriksaan berlangsung, tidak ditemukan satu pun ternak, baik sapi maupun kambing, yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Dengan demikian, seluruh ternak dipastikan sehat dan layak dijadikan hewan kurban.
Baca juga:Petugas Satpol PP Tulungagung Dibikin Mabuk, Seorang Pria Berhasil Gasak Kantor Disbudpar
“PMK dan LSD menjadi perhatian kami. Namun selama pemantauan, kami pastikan tidak ada ternak yang sakit, sehingga layak dijadikan hewan kurban,” ungkapnya.
Terkait vaksinasi, Agus menyebut lebih dari 21 ribu ekor sapi telah mendapatkan vaksin PMK. Setiap bulan, vaksinasi terus dilakukan, termasuk pemberian dosis lanjutan (booster) bagi ternak yang sudah divaksin sebelumnya.
Untuk ketersediaan hewan kurban, populasi sapi potong di Tulungagung tercatat sebanyak 12.600 ekor dari total populasi 126.176 ekor. Sementara itu, populasi kambing tersedia sebanyak 26.652 ekor dari total 177.685 ekor. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk kebutuhan kurban tahun ini.
“Stok ternak, baik sapi maupun kambing, untuk perayaan Hari Raya Iduladha 2026 sangat mencukupi untuk kebutuhan kurban,” pungkasnya.



















