Kediri, SEJAHTERA.CO – Kirab Paripurna Eyang Dewi Kilisuci menjadi magnet besar bagi masyarakat Kota Kediri. Ribuan warga memadati ruas jalan dari Rumah Budaya hingga Goa Selomangleng untuk menyaksikan prosesi budaya yang sarat nilai sejarah dan spiritual, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga:Program BSPS 2026, 159 Rumah Tidak Layak Huni di Kediri Direhab
Sorak penonton dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, mengiringi jalannya kirab. Beragam atraksi seni tradisional seperti jaranan, tarian budaya, serta busana adat tampil memukau di sepanjang rute.
Ketua Yayasan Rumah Budaya, Rindu Rikat, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata upaya nguri-uri budaya sekaligus membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap warisan leluhur Eyang Dewi Kilisuci.
“Generasi sekarang jangan sampai tercerabut dari akar budayanya. Kirab ini menjadi pengingat bahwa Kediri memiliki sejarah, tradisi, dan nilai luhur yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Meski digelar secara mandiri oleh panitia, seniman, dan budayawan, antusiasme masyarakat menjadi energi besar dalam menjaga keberlangsungan budaya adiluhung di Kota Kediri.



















