Kediri, SEJAHTERA.CO – Molornya pembangunan Pasar Ngadiluwih dari target awal Desember 2025 kini bergeser dan diperkirakan baru selesai pada November 2026. Setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat rampung, pembangunan dilanjutkan ke tahap kedua dengan tambahan anggaran sebesar Rp2 miliar.
Baca juga:Program BSPS 2026, 159 Rumah Tidak Layak Huni di Kediri Direhab
Keterlambatan yang berulang membuat proyek ini menjadi sorotan DPRD Kabupaten Kediri. Komisi III mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersikap tegas dan memastikan kontraktor benar-benar bekerja serius agar penyelesaian proyek tidak kembali molor.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Totok Minto Laksono, meminta Pemkab lebih fokus dan profesional dalam mengawal pembangunan Pasar Ngadiluwih, sebagaimana proyek pasar lain yang telah selesai pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya pemantauan secara real time agar arah pembangunan jelas, terukur, dan tepat waktu.
Menurutnya, besarnya anggaran yang dikucurkan harus sebanding dengan hasil yang dicapai dan tidak berujung mubazir. Terlebih, saat ini pemerintah tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.



















