Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan melahap tumpukan sepah tebu. Proses pemadaman berlangsung cukup lama, sekitar 2 jam 56 menit, karena banyaknya material mudah terbakar.
Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Jagung di Desa Bendungan
“Kondisi api sudah besar, sehingga butuh waktu hampir tiga jam untuk pemadaman,” jelasnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas bersama Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan penyelidikan. Hasil sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di area penggilingan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, api menghanguskan sepah tebu, sisa hasil produksi, dinamo, alat masak, serta sekitar 2 ton gula merah.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta,” pungkas Bambang.



















