Baca Juga :Tradisi Labuh Masal di Desa Dukuh, Tulungagung, Jadi Wujud Syukur Petani atas Panen Melimpah
“Bermula dari pemilik usaha penggilingan tebu memantau di gudang sepah tebu dan mengetahui ada asap api muncul. Ia berusaha memadamkan api tapi asap semakin besar,” katanya.
Selanjutnya Ali hubungi petugas Damkar Pos Ngadiluwih untuk pemadaman. Tim Damkar dengan satu mobil berkapasitas 5000 liter dan lima personel mendatangi lokasi kebakaran. Dalam tempo satu jam api bisa dipadamkan.
“Kami pastikan tidak ada korban jiwa dan kerugian kebakaran gudang ampas tebu ditafsir Rp20 juta dan api bisa dipadamkan sesuai prosedur pemadaman kebakaran,” katanya.



















