Ia menjelaskan, hingga saat ini baik Wakapolres maupun ajudannya tetap menjalankan tugas seperti biasa. Wakapolres berada di rumah dinas, sementara ajudannya tetap melaksanakan tugas piket sebagaimana rutinitas sehari-hari.
Baca juga:Dibuka, Lelang Enam Jabatan Setingkat Kepala Dinas di Kota Blitar, Tertarik?
Setelah menerima informasi yang beredar, Kapolres langsung memanggil dan meminta klarifikasi dari kedua pihak. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada ajudan yang bersangkutan.
“Tidak ada luka. Kalau memang ada pemukulan tentu ada bekasnya. Sudah saya panggil dan berbicara langsung dengan yang bersangkutan,” jelasnya.
Selain meminta keterangan ajudan, Kapolres juga meminta klarifikasi langsung kepada Wakapolres. Hasilnya, kedua pihak sama-sama membantah adanya peristiwa penganiayaan.
Meski demikian, Polres Blitar masih menelusuri asal-usul informasi yang beredar luas melalui pesan berantai tersebut.
“Ini masih kami telusuri, informasi itu berasal dari mana hingga bisa membuat kegaduhan,” pungkasnya.



















