“Kami sudah siap. Tinggal menunggu permintaan resmi dari pihak sekolah agar bisa disesuaikan dengan jumlah siswa yang akan menggunakan tenda,” katanya.
Baca juga:Pria di Tulungagung Curi Tabung Gas LPG, Perkara Diselesaikan Melalui Restorative Justice
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya, menuturkan bahwa saat ini siswa SDN 1 Babadan masih melaksanakan ujian sekolah. Sebagian kegiatan ujian terpaksa dipindahkan ke musala dan perpustakaan sekolah, khususnya untuk siswa kelas 5. Adapun siswa kelas 6 telah menyelesaikan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Menurut Dwi Teguh, rencana pendirian tenda darurat masih terus dikoordinasikan dengan pihak sekolah. Tenda kemungkinan mulai digunakan bersamaan dengan dimulainya proses pembangunan ruang kelas yang rusak sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung.
“Jumlah siswa ada 63 orang. Berdasarkan perhitungan kami, dibutuhkan dua tenda darurat agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman,” kata Dwi Teguh Prasetya.



















