Hidayat Nur Wahid: Seabad Gontor Bukti Pesantren Berkontribusi dalam Membangun Bangsa

Wakil Menteri Agama saat membuka sarasehan ulama di Pondok Modern Darrusalam Gontor (PMDG) Ponorogo.
Wakil Menteri Agama saat membuka sarasehan ulama di Pondok Modern Darrusalam Gontor (PMDG) Ponorogo.(foto: sony dwi prastyo)

Menurut Syafi’i, keberhasilan Gontor bertahan hingga usia 100 tahun menunjukkan kuatnya nilai keikhlasan, kemandirian, dan gotong royong yang selama ini dijaga pesantren.

“Presiden sangat bangga karena Gontor mampu bertahan selama 100 tahun. Itu menunjukkan nilai keikhlasan, kemandirian, dan gotong royong yang terus hidup,” katanya.

Syafi’i menegaskan sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran pesantren. Banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan berasal dari lingkungan pesantren.

Read More

Baca juga:Ratusan Ribu Warga Padati Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo

Namun, ia mengingatkan adanya tantangan yang dihadapi pesantren saat ini. Salah satunya munculnya berbagai pemberitaan negatif yang berdampak pada menurunnya minat sebagian masyarakat menyekolahkan anak ke pondok pesantren.

“Saat penerimaan santri baru sering muncul isu perundungan maupun kekerasan di pesantren. Dampaknya, jumlah pendaftar di beberapa pondok menurun,” ungkapnya.

Karena itu, Kementerian Agama tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat citra positif pesantren di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, Syafi’i berharap pesantren terus melahirkan generasi pemimpin yang jujur, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat. Selain itu, pesantren juga didorong mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak.

“Teknologi harus dikuasai, tetapi akhlak tetap menjadi fondasi. Jika keduanya berjalan bersama, pesantren akan terus menjadi kekuatan besar bagi Indonesia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *