Sebanyak 7.100 Warga Tulungagung Masuk Data Anak Tidak Sekolah, Disdik Gencarkan Pendampingan

Kasi Kelembagaan Bidang SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah saat memberikan keterangan terkait Anak Tidak Sekolah.
Kasi Kelembagaan Bidang SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah saat memberikan keterangan terkait Anak Tidak Sekolah.(foto: mochammad sholeh sirri)

Apabila seluruh proses perizinan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik sekolah ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Dengan demikian, fasilitas pendidikan tersebut diharapkan sudah dapat digunakan pada awal tahun 2027.

Baca juga:Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dikebut, Siap Tampung 1.000 Siswa pada 2027

“Kami upayakan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Mudah-mudahan proses perizinan dan berbagai persiapan lainnya dapat segera selesai sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai,” katanya.

Read More

Sekolah Rakyat dirancang sebagai salah satu program untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Sesuai arahan Kementerian Sosial, sekolah ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan mereka yang putus sekolah.

Proses penerimaan peserta didik baru direncanakan dimulai pada tahun ajaran 2027, setelah seluruh pembangunan selesai. Data calon siswa akan disesuaikan dengan basis data kemiskinan yang dimiliki Kementerian Sosial.

“Kami tegaskan bahwa kuota siswa Sekolah Rakyat akan diprioritaskan bagi anak-anak yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 serta anak putus sekolah,” pungkas Reni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *