Menurut dia, sekolah tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai sekolah negeri. Masing-masing satuan pendidikan harus memiliki program unggulan yang mampu menarik minat masyarakat, baik melalui prestasi akademik maupun kegiatan pengembangan karakter.
“Harus ada inovasi. Prestasi sekolah perlu ditingkatkan, bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler, penguatan pendidikan agama, maupun program lain yang menjadi nilai lebih. Dengan begitu kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya juga meningkat,” ujarnya.
Riyanto menilai rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi berbagai faktor. Selain angka kelahiran yang cenderung menurun akibat keberhasilan program keluarga berencana (KB), banyak orang tua kini memiliki lebih banyak pilihan sekolah, termasuk sekolah swasta berbasis pesantren yang menawarkan program keagamaan.
Baca Juga :Perkuat Sinergisitas Penegakan Hukum, Kapolres Batu Lakukan Silaturahmi ke Kejari Batu
“Faktornya bermacam-macam. Ada dampak program KB sehingga jumlah anak usia sekolah berkurang.
Di sisi lain, sekolah swasta juga semakin diminati karena memiliki program unggulan, bahkan ada yang sekaligus mondok. Itu membuat banyak SD swasta justru kelebihan siswa,” pungkasnya.



















