“Alhamdulillah tahun ini kami mendapat tambahan tiga guru, sehingga sekarang ada lima guru kelas. Namun, masih kurang satu guru lagi,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap penambahan tenaga pendidik dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, sekolah juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik agar menjadi pilihan bagi calon siswa maupun siswa pindahan.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan. Kami juga berharap ada siswa mutasi masuk seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Karena hanya memiliki satu siswa di kelas I, proses pembelajaran akan berlangsung seperti les privat. Meski demikian, sekolah telah menyiapkan berbagai strategi agar siswa tetap dapat bersosialisasi dengan teman sebaya.
“Pembelajarannya memang seperti privat, tetapi kami akan mengatur agar siswa tetap bisa berinteraksi dengan teman-teman dari kelas lain. Sesekali akan ada kegiatan belajar bersama sehingga tidak merasa sendirian,” jelas Ni’matur.
Ia menambahkan, kondisi hanya menerima satu siswa baru merupakan yang pertama kali terjadi di SDN Mojongapit 3. Beberapa tahun sebelumnya, sekolah masih menerima beberapa siswa baru setiap tahun meski jumlahnya relatif sedikit.
Satu-satunya siswa baru tersebut diketahui merupakan anak laki-laki dari keluarga pendatang. Sebelumnya, kakaknya lebih dahulu bersekolah di SDN Mojongapit 3 setelah pindah dari Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
“Kakaknya lebih dulu mutasi ke sini saat kelas IV setelah ayah mereka meninggal dunia. Kini ibunya tinggal dan bekerja di Jombang, lalu adiknya masuk kelas I di sekolah kami,” pungkasnya.



















