“Bisa jadi karena jumlah lulusan TK sedikit atau kalah bersaing dengan sekolah lain yang lokasinya berdekatan,” katanya.
Baca juga:Arema FC-Pemkot Bitar Teken MoU Kesepakatan Penggunaan Stadion Supriyadi
Meski tidak memiliki siswa baru di kelas I, kegiatan belajar mengajar di ketiga sekolah tersebut tetap berjalan normal. Sebab, masih terdapat siswa di kelas II hingga kelas VI yang harus mengikuti proses pembelajaran
“Walaupun tidak ada siswa kelas I, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung karena masih ada siswa di kelas-kelas lainnya,” jelas Agus.
Terkait kemungkinan penggabungan sekolah atau regrouping, Agus menyebut hingga saat ini belum ada rencana yang mengarah ke kebijakan tersebut. Menurutnya, regrouping memerlukan kajian dan persiapan yang matang, baik dari sisi sarana prasarana maupun tenaga pendidik.
“Belum ada rencana penggabungan sekolah. Jika nantinya dilakukan, tentu harus dipersiapkan secara matang, termasuk terkait fasilitas dan tenaga pengajar,” pungkasnya.
Fenomena sekolah tanpa siswa baru ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Blitar, terutama di tengah perubahan demografi dan persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin ketat.



















