Musibah tersebut juga menyebabkan ribuan anak ayam mati. Sedikitnya 21 ribu anak ayam yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan.
“Informasinya, api berasal dari tungku pemanas dan kemudian merembet ke kandang,” jelas Muheni.
Selain puluhan ribu anak ayam, sejumlah peralatan dan perlengkapan peternakan turut terbakar. Di antaranya mesin diesel, pompa air, 150 sak pakan ayam, timbangan, serta berbagai peralatan yang berada di dalam kandang.
Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Baca juga:Cegah Karhutla, Polres Blitar Kota Gencarkan Edukasi dan Patroli di Lereng Gunung Pegat
Polisi mengingatkan para peternak agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku pemanas, terutama di sekitar bangunan kandang yang mudah terbakar. Kelalaian sedikit saja dapat memicu api dan menyebabkan kebakaran meluas.



















