GRIB JAYA juga menuntut adanya kajian akademik untuk memastikan keberadaan gate parking benar-benar memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu.
Massa menyebut potensi PAD dari sistem tersebut bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar.
“Kita akan menuntut siapa yang bertanggung jawab. Kasihan dengan pekerja-pekerja parkir. Di mana lagi nikmatnya menjadi orang Batu jika dirampas oleh pemerintah,” kata Damanhury.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Batu Susetya Herawan menilai, aksi tersebut sebagai bentuk kontrol sosial. Menurutnya, kritik dari masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan diperlukan untuk mendorong perbaikan pengelolaan parkir di Kota Batu.
“Ini adalah kontrol sosial untuk perbaikan pengelolaan parkir di Kota Batu,” ujar Susetya.
Ia memastikan Dishub tengah melakukan evaluasi untuk menertibkan sekaligus menata kembali sistem parkir, khususnya di kawasan Alun-Alun Kota Batu.
“Yang jelas kita masih ada proses perbaikan,” pungkasnya.
Baca juga:Doa Para Veteran jadi Kekuatan Wali Kota Nurochman Memimpin Kota Batu
Aksi GRIB JAYA tersebut menjadi sorotan di tengah upaya Pemkot Batu menata sistem parkir. Efektivitas gate E-Parking serta kontribusinya terhadap PAD kini menjadi pekerjaan rumah yang masih menunggu kejelasan.



















