Proses pembasahan dan pendinginan masih diintensifkan di Blok Batengan, Blok Painem, serta Blok Kentongan oleh tim BPBD bersama pihak Balai Besar TNBTS.
Adapun tiga lokasi yang masih berada dalam pemantauan ketat yakni Blok Jantur (B29) di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang masih mengeluarkan kepulan asap hitam, serta Blok Watangan di Sukapura yang masih menyisakan nyala api dan asap putih.
Satu titik lainnya berlokasi di Blok Painem, wilayah Jemplang, Desa Ngadas, yang masih mengeluarkan kepulan asap putih. Area ini berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Jajaran Polres Malang bersama unsur TNI, BPBD, TNBTS, Manggala Agni, LMDH, dan relawan masyarakat mendirikan Posko Pemantauan di Pos Jemplang untuk memonitor perkembangan titik api sekaligus mencegah perembetan kebakaran.
Di tengah penanganan bencana, Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah bersama jajaran pejabat Polres Malang dan Muspika Poncokusumo meninjau langsung ke lokasi karhutla. Rombongan turut menyalurkan bantuan logistik sembako kepada tim BPBD Kabupaten Malang serta Elemen Masyarakat Peduli Api Desa Ngadas yang berjibaku di lapangan.
Budiono mengimbau kepada warga maupun wisatawan agar tidak mendekati lokasi kebakaran mengingat medan yang berbahaya serta demi kelancaran evakuasi.
Baca juga:Kebakaran Kembali Melanda Bromo, Jalur Wisata via Jemplang Malang Ditutup Sementara
“Kami meminta masyarakat dan pengunjung tidak mendekati titik kebakaran. Selain kondisi medan yang terjal dan berbahaya, aktivitas warga di sekitar lokasi dapat mengganggu mobilitas petugas,” tegasnya.



















