Meski meraih poin penuh, Bima menegaskan timnya tidak boleh cepat berpuas diri. Beberapa catatan evaluasi tetap menjadi perhatian utama, khususnya terkait penyelesaian akhir dan koordinasi lini belakang.
“Kemenangan ini menjadi modal awal yang memotivasi langkah ke depan karena pertandingan berikutnya tentu akan semakin berat. Kita patut bersyukur, tetapi jangan berlebihan,” ujar Bima usai laga.
“Pasti ada kekurangan dan PR yang harus perbaiki. Kami tidak boleh terlena dengan kemenangan ini. Mengenai aspek penyelesaian akhir serta komunikasi di barisan belakang tadi sempat ada miskomunikasi yang perlu dipoles kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Persis Solo Ricky Nelson menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang hadir di Lamongan. Ia mengakui anak asuhnya tampil kurang optimal pada 45 menit pertama karena memberikan ruang gerak yang terlalu leluasa bagi lini tengah Persela.
“Babak pertama memang kami kurang maksimal dan pemain terlambat merespons transisi lawan. Di babak kedua permainan sudah lebih berkembang dan beberapa peluang tercipta, namun penyelesaiannya belum maksimal,” ungkap Ricky.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Persela Lamongan untuk menatap laga selanjutnya bertandang ke markas Persiba pada 19 September 2026. Di sisi lain, Persis Solo harus segera berbenah sebelum bertanding menghadapi PSBS Biak pada 20 September 2026.



















