Langkah lain yang ditempuh yakni pengeboran sumur untuk mencari sumber air tanah. Namun, Khofifah menyebut kondisi geologis setiap daerah berbeda sehingga hasil pengeboran bervariasi.
“Ada titik yang sudah dibor sampai 200 meter, ternyata ketemu batu dan sampai 19 mata bor putus. Artinya ada kesulitan-kesulitan tertentu. Namun, ada juga yang di kedalaman 90 meter sudah keluar air,” tuturnya.
Khofifah mengungkapkan, hingga 17 September 2026, sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan ekstrem.
“Jadi ada 24 kabupaten/kota yang sudah mengeluarkan SK kedaruratan karena kekeringan ini. Kehadiran Pemprov sifatnya mensubstitusi dan melapisi apa yang sudah dilakukan oleh para bupati dan wali kota,” imbuhnya.
Di tengah kondisi tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual. Ia telah menginstruksikan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur untuk menggelar salat Istisqa secara serentak pada Jumat pekan depan.
Baca juga:Usai Salat Zuhur Berjemaah, Masjid Al-Ikhlas Kepatihan Ponorogo Terbakar
“Ini bagian ikhtiar kita agar Allah SWT menurunkan hujan rahmat dan manfaat. Kami minta DMI Jawa Timur menggelar salat Istisqa setelah salat Jumat,” pungkasnya.



















