Proses pemindahan ketujuh jenazah berlangsung secara gotong royong. Peti jenazah yang sebelumnya ditanam dan diuruk dengan pasir dibongkar warga menggunakan cangkul. Peti-peti tersebut kemudian diangkat dan dipikul menuju TPU dusun.
Di TPU dusun, ketujuh jenazah tersebut selanjutnya dimakamkan bersama dalam satu lubang.
Salah seorang warga, Hariyanto, mengungkapkan bahwa tempat penampungan sementara memang tidak luas. Oleh karena itu, peti jenazah ditata secara bertumpuk ke atas.
“Kalau ada warga meninggal, petinya ditumpuk ke atas, bukan menyamping. Dalam satu baris bisa ditumpuk dua sampai lima peti,” terang Hariyanto.
Penggunaan pasir sebagai urukan peti juga disengaja agar memudahkan proses pembongkaran saat pemindahan. Selain itu, bagian atas peti dilapisi plastik agar tidak menimbulkan bau menyengat meski sudah mengendap berbulan-bulan.
Setelah TPU dusun dipastikan kering total, warga bergotong royong memindahkan seluruh jenazah ke peristirahatan terakhir mereka.



















