Akses Travel Diblokir Kemenhaj, Puluhan Calon Jemaah Umrah asal Jombang Gagal Berangkat dan Minta Pengembalian Dana

Abi Yasin (61), warga Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, bersama calon jemaah umrah asal Jombang saat mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Senin (21/9/2026) kemarin.
Abi Yasin (61), warga Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, bersama calon jemaah umrah asal Jombang saat mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Senin (21/9/2026) kemarin.(foto: taufiqur rachman).

JOMBANG, SEJAHTERA.COPuluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Jombang mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang pada Senin (21/9/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta kejelasan terkait nasib dan pengembalian dana (refund) yang telah disetorkan ke biro perjalanan PT Annisa Ahmada Travelindo.

Baca juga:BPN Jombang Digugat ke PTUN Surabaya Terkait Dugaan Sertifikat Ganda Lahan Warisan di Banjardowo

Langkah ini diambil setelah kantor travel yang berlokasi di Jombang tersebut ditemukan tutup dan tidak beroperasi. Selain itu, akses biro perjalanan tersebut pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) resmi diblokir oleh pihak Kementerian akibat adanya permasalahan pelayanan serta kendala keberangkatan dan kepulangan jemaah di Arab Saudi.

Read More

Salah satu calon jemaah, Abi Yasin (61), warga Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, mengaku telah menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp25,9 juta sejak awal Agustus 2026. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 15 Oktober 2026 mendatang.

“Sudah bayar Rp25.900.000, belum termasuk biaya tambahan avtur sekitar Rp3 juta yang diminta. Karena travel-nya di SISKOPATUH sudah diblokir dan tidak bisa berangkat, pilihan kami sekarang adalah refund agar uang kembali,” ujar Abi saat diwawancarai di Jombang, Selasa (22/9/2026).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *